Future Leaders Never Excellent
By: Khoirul Rohman
“Dik,
cita-cita adik ingin menjadi apa?” tanya guru TKku dua puluh tahun yang lalu.
“Iru
mau jadi: presiden, jendral, penulis, dokter, guru, pengusaha, dan pemain musik.”
Jawabku dengan sumringah.
“Wah,
adik punya banyak sekali mimpi ya. Semoga bisa tercapai semua. Amin.” Jawabnya
sambil mengelus rambutku dan berlalu pergi.
“AMIIIIINNNNNN!!!”
jawabku sambil mengusap kedua tanganku ke muka pertanda selesai berdo’a.
Sejak
TK aku telah suka bermain gitar mainan yang dibelikan ayahku. Ketika itu aku
berulang tahun yang ke-3. Karena melihat ketertarikanku pada gitar mainan itu,
papaku mengerti sesuatu. Bahwa itu adalah passion-ku.
Jadi pada umur lima tahun, aku mulai dileskan bermain gitar. Setiap sore tiga kali
seminggu. Aku tidak keberatan, karena itu juga kemauanku. Karena itu juga aku
sudah mahir bermain gitar pada umurku yang ke-8.
Karena
ketekunan ku serta dukungan keluarga, aku meraih beberapa pencapaian. Beberapa
kali aku menang peelombaan bermain gitar. Dari tingkat RT sampai internasional.
Beberapa kali aku mendapatkan penghargaan internasional. Itu karena di umurku
yang masih kecil tetapi sudah sangat mahir dalam memainkan gitar. Semua
keluarga dan orang yang bersamaku sangat bangga terhadap prestasiku ini.
Tak
diduga beberapa perusahaan music
production melirik kelihaianku bermain gitar. Itu awal mulai aku bisa
memiliki konser gitarku sendiri. Awal mula dari konser kecil-kecilan. Sampai
pada umurku 17 Tahun, aku bisa tampil pada konser internasional di Amerika. Aku
juga diundang pada pembukaa kapal termewah Titanic Dua pada beberapa tahun yang
lalu.
Nah
mari kembali pada masa kanak-kanakku. Aku masih memiliki cita-cita segudang
yang kuceritakan tadi. Tapi karena kenyamananku di permainan gitar. Aku tidak
bisa mengasah kepemimpinanku di bidang-bidang yang aku cita-citakan. Serasa aku
sudah menjadi presiden di duniaku ini. Telah memiliki prajurit pemusik sebagai
aku jendralnya. Sebagai penulis musik yang indah. Sebagai dokter musik yang
mengerti para pendengarnya. Sebagai guru para pemusi lain. Sebagai pengusaha
penciptaan ekonomi yang lebih baik lewat musik. Jadi, inilah passion-ku dan inilah duniaku.
Jadi,
untuk menjadi pemimpin masa depan bukan masalah Anda harus memiliki semua hal.
Jadilah pemimpin di dunia passion Anda.
Jadilah pemimpin yang fokus, mengetahui dimana Anda harus berada, dan
bercita-cita besar. Karena pemimpin masa depan tidak ada yang sempurna.
#USBI #FUTURELEADERS
#USBI #FUTURELEADERS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar