Senin, 08 Desember 2014

I HAVE DREAMS


“The critical ingredient is getting off your butt and doing something. It’s as simple as that. A lot of people have ideas, but there are few who decide to do something about them now. Not tomorrow. Not next week. But today. The true entrepreneur is a doer, not a dreamer.” –Nolan Bushnell, Entrepreneur
Di waktu kecil saya bercita-cita sebagai seorang pahlawan. Pahlawan yang tidak bisa terkalahkan. Dikala teman sakit gigi bisa mengobati. Di waktu teman sedih saya bisa memainkan sebuah gitar untuknya. Di masa teman dekat saya mendapat masalah di pengadilan, saya bisa membelanya sebagai hakim. Di saat keluarga ingin terbang ke manapun saya bisa menjadi alat transportasi untuk mereka. Di saat tetangga merana membutuhkan pekerjaan saya selalu ada untuk mereka. Karena itulah aku memiliki sebah tujuan hidup: "Pada umur 35 Tahun saya sudah bisa memiliki sebuah Social dan Multinational Business yang dapat membuka lebih dari 3500 lapangan pekerjaan serta bermanfaat bagi kehidupan di sekitarku".
Dengan mimpi yang setinggi itu saya hanya bisa bermimpi. Di kala saya selalu berpikir bagaimana kehidupan nanti. Apakah saya bisa mendapatkan cita-cita? apakah saya dapat melanjutkan mimpi? apakah saya bisa melanjutkan kuliah? pada saat itu saya sudah ingin menyerah untuk memberikan mimpi itu ke Tuhan Yang Maha Kuasa, tetapi saya memilih untuk tidak menyerah. langsung saya buat sebuah goal untuk masuk ke salah satu perguruan tinggi bisnis terbaik di Indonesia dan Tuhan menyerahkan rezeki dan tanggung jawab kesempatan kuliah untuk batu loncatan meraih mimpi yang saya miliki.
Dewasa ini banyak orang yang terus "berwacana" untuk menjadi seorang pengusaha. Satu per satu mereka memasuki ruangan seminar atau workshop bagaimana menjadi pengusaha sukses. Setelah pembelajaran itu selasai mereka hanya tau bagaimana untuk menjadi pengusaha, tetapi tidak menggunakannya sebagai dasar menjadikannya seorang pengusaha yang sebenarnya. Bahkan handbook yang diberikan hanya lusuh terlantar di tas atau meja mereka di rumah. Salah satu kekurangan mereka adalah memilih cara yang kurang tepat atau pasif dalam mempelajari sebuah perjalanan kewirausahaan dan tidak mengimplementasikannya menjadi sebuah cara yang aktif dalam mendalami kewirausahaan.
Pada suatu hari saya bertemu dengan salah satu seorang yang sampai saat ini menjadi insprator dalam mendapatkan pencapaian selama ini. Dia adalah salah satu pendiri dan mentor di Synergy Entrepreneur Academy. Banyak sekali ilmu yang saya terima dari beliau yang seorang anak muda yang telah memiliki segudang pencapaian dan tidak sungkan untuk membaginya kepada orang lain.
Saya sangat senang belajar hal-hal baru darinya. secara langsung maupun tidak langsung. Dialah juga yang mengenalkanku tentang adanya Start Up Business Camp yang dimotori oleh para pendiri Synergy Entrepreneur Academy.
Pada awalanya hal yang membuat saya sangat tertarik untuk mengikuti kegiatan ini adalah pandangan saya bahwa saya akan dapat pembelajaran yang sangat berguana untuk mendapatkan impian saya, tujuan hidup saya. Saya yakin itu dengan sepenuh hati. Karena itu tercermin dari para mentor dan motor yang ada di kegiatan itu.
Tetapi ada hal lain yang membuat saya tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut, yaitu bagaimana kita belajar menjadi pengusaha yang sebenarnya dengan cara yang aktif. bukan pasif. karena banyak sekali kegiatan yang menuntut kita aktif dalam mempraktekannya. Bukan hanya membuat kita mendengar apa yang mereka utarakan dari awal pertemuan sampai akhir. Karena itulah saya yakin akan ada lebih banyak ilmu yang berguna untuk saya bagikan kepada orang lain dari adanya kegiatan ini.
Karena dari itu saya bulat untuk bisa mengikuti kegiatan ini dan melanjutkan untuk terus menggapai mimpi yang saya miliki. Bukan hanya "wacana".

"I Aspire to Inspire before Expire"-KR
Synergy Entrepreneur Academy
web : www.synergy-academy.com
email : synergy.eac@gmail.com
Written By:
Khoirul Rohman
http://khoirul-rohman21.blogspot.com/
@khoirul25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar